Sabtu, 28 November 2009

Panasonic AG-DVX100


Panasonic AG-DVX100 mungkin merupakan kamera prosummer yang paling baik (bisa dibilang juga paling mahal) yang pernah saya pakai hingga saat ini. Maklum, perkenalan saya dalam dunia komunikasi audio visual yang ‘seumur jagung’ ini membuat saya masih miskin dalam hal pengalaman, khususnya dalam hal jam terbang dengan masalah yang berhubungan dengan teknis, semacam penggunaan kamera video. Namun, hal tersebut justru membuat saya terpacu untuk memahami jenis kamera yang mambuat saya jatuh cinta ini.
Kali pertama berkenalan dengan Panasonic AG-DVX100 (saat itu milik kampus adalah Panasonic AG-DVX100A) adalah saat ada permintaan untuk mendokumentasikan kegiatan seminar S2 Ilmu Komunikasi UNS di Hotel Sahid pada 5 April 2008 lalu. Saya yang kala itu menjadi anggota baru bengkelkomunikasi diserahi pekerjaan itu bersama 2 orang rekan saya, hafidz dan dimas. Saat mencoba kamera ini, saya langsung jatuh cinta dengan penampilannya. Gambar yang dihasilkan LCD begitu cerah meski dalam ruangan yang temaram dengan bukaan tidka tellalu lebar. Karena hanya bisa keluar satu hari, saya tidak sempat ‘bermain-main’ dengan kemampuan kamera ini.
Pertemuan saya selanjutnya dengan kamera ini adalah saat pembuatan Video Profil Jurusan Ilmu Komunikasi UNS yang berlangsung kisaran bulan juli 2008. Dalam proses produksi yang hampir 2 bulan (1 bulan pasca produksi) tersebut, saya sedikit banyak mengetahui dasar-dasar kamera video melalui informasi yang diberikan anggkatan atas selama proses pengambilan gambar di bengkelkomunikasi, termasuk penggunaan Panasonic AG-DVX100A. Setelah itu, saya tidak pernah menggunakan kamera jenis ini lagi hingga bulan kemarin, saat bekerja di WOOW multimedia, saya dilengkapi dengan kamera dengan lensa Leica Dicomar ini. Kini, hampir selama sebulan ini, saya kembali mendapatkan kesempatan mempelajari Panasonic AG-DVX100A ini.

Pada dasarnya, kamera Panasonic AG-DVX100 adalah kamera video yang menawarkan sistem 60p, 30p, dan 24p image capture (dalam versi 625/50 pada DVX 100 E menawarkan 50p dan 25p ). Maksudnya, 60i berarti kamera dapat meng-capture interlaced footage sebesar 59.94 fps (fields/second), sedang 30p berarti dapat menangkap 29.97 fps (frames/second) (30p merupakan pembulatan dari angka sebenarnya 29.79 fps) atau lebih tepatnya 29.97 progressive-scanned frames/second (biasanya dapat ditemukan dalam sistem NTSC). Sedangkan 24p yaitu menangkap 24 progressive-scanned frames/second (24p merupakan pembulatan dari angka sebenarnya 23,976 fps) biasanya terdapat dalam sistem PAL.
Indonesia menggunakan sistem PAL. Beberapa kamera dengan sistem yang sama adalah Panasonic MD 10000, Canon XL2, Sony DSR-PD150, DHR-1000, DCR-VX1000, and DSR-11.
Dengan kisaran harga $400 (Juni 2004) atau kini bisa didapat dengan kisaran Rp. 24 Juta, Panasonic AG-DVX100 termasuk murah untuk kamera prosummer sekelas semisal Canon XL2, Panasonic AG-HVX200. dan merupakan jenis kamera video dengan 24p murah kedua setelah Panasonic Aj SPX800.
Dalam tes yang dilakukan Adam J Wilt Seorang filmmaker sekaligus sinematografer profesional asal Amerika, Panasonic AG-DVX100 merupakan kamera yang sangat bagus untuk harga yang ditawarkan meski mengabaikan kemampuan 24p. Menurtnya, sebagaimana kamera prosummer dengan kisaran harga sejenis, Panasonic AG-DVX100 memiliki beberapa kekurangan dalam hal tertentu. Namun, jika kita dapat memahami kekuatan sekaligus kelemahan yang dimiliki kamera ini, maka Panasonic AG-DVX100 akan menjadi senjata produksi video yang ampuh. Singkatnya, dibanding harga yang ditawarkan, Panasonic AG-DVX100 memberikan lebih banyak.

Sementara terdapat 2 versi lanjutan dari kamera Panasonic AG-DVX100. Panasonic AG-DVX100A dan Panasonic AG-DVX100B. Panasonic AG-DVX100A adalah versi lanjutan dari Panasonic AG-DVX100. Diperkenalkan pertama kali pada 19 November 2003 pada Inter BEE (International Broadcast Equipment Exhibition; Japan's own version of the NAB show) di kota Chiba, Jepang. By.Adam J Wilt. Sedangkan Panasonic AG-DVX100B lanjutan dari yang A. Panasonic membuat versi ini disebabkan adanya RoHS compliance (Reduction of Hazardous Substances in manufacturing, yang diresmikan untuk Uni Eropa 2006), Panasonic menambahkan beberapatambahan inovasi, seperti sharper EVF, flip-out LCDs, true 16x9 monitoring, fungsi arak jauh FireWire scene file transfer.(yes)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kritik dan Saran senantiasa kami nantikan demi sempurnanya kinerja bengkelkomunikasi ke depan. Terimakasih.