Rabu, 24 Februari 2010

Funny one...

Ikan

Masyarakat Buton memiliki keunikan dalam pengucapan kata-kata yang mempunai akhiran “n”. Mereka biasanya tidak menyebut secara lengkap kata-kata yang berakhiran “n” tersebut. Misalkan kata “makan” menjadi “maka”. Sementara itu, masyarakat Makassar juga mempunyai keunikan sendiri. Mereka menambahkan kata-kata yang berakhiran “n” dengan “g”, misalkan kata “makan’ menjadi “makang”.

Suatu hari, seorang nelayan asal pulau Buton menjual ikannya di suatu pulau tempat berkumpulnya pedagang-pedagang dari berbagai daerah. Ia berteriak,” Ika! Ika! ika!”. Lalu lewatlah seorang Makassar yang kebetulan hendak membeli ikan. Ia menghampiri penjual itu dan bertanya, “Ikangnya berapa, pak?”

Orang Buton tadi sedikit kesal karena dari tadi ikannya belum laku merasa diejek. Tetapi ia dengan sabar menjawab,”Kita jualan Ika, Pak. Bukan Ikang.” Sekarang giliran orang Makassar merasa diolok-olok. “Saya memang orang baru di sini, tapi saya tahu kalau ini ikang, bukan Ika!”. Namun, orang Buton berkeras mengatakan itu Ika, bukan Ikang. Karena merasa saling dipermainkan, kedua orang tersebut berkelahi sampai akhirnya dipisahkan oleh masyarakat setempat. Mereka berdua sepakat bahwa kasus ini harus dibawa pada seorang pemimpin yang konon katanya arif dan bijaksana berasal dari pulau Jawa. Sesampainya di istana negara, orang Buton mengatakan langsung mengatakan kepada pemimpin negara mereka. “Bapak Presiden, ini saya membawa ika, tapi orang itu bilang Ikang.”

Di depan Presiden yang orang Jawa itu, mereka bertengkar, dan saling berbalasan:

“Ika!”

“Ikang!”

“Ika!”

“Ikang!”

Akhirnya Presiden berkata, “ Saudara-saudaraku, ini bukanlah Ika ataupun Ikang, seperti yang saudara-saudara katakan.” Dengan tenang ia berkata “ Ini adalah Iken!”

(Dr. Dedd Mulyana, M.A.2002.”Komunikasi Jenaka, parade Anekdot, Humor, dan Pengalaman Konyol”. (PT Remaja Rosdakarya: Bandung), hal. 48)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kritik dan Saran senantiasa kami nantikan demi sempurnanya kinerja bengkelkomunikasi ke depan. Terimakasih.